Di sebuah sudut kota besar di Sumatera Utara kisahojol.com menyajikan cerita dari seorang pria paruh baya yang terlihat menjadi driver ojol dengan menggunakan sepeda. perlahan dengan tas hijau ojek online di punggungnya. Di tengah lalu lintas yang padat, ia tetap bergerak meski keringat membasahi wajahnya. Pria itu, sebut saja Pak Rudi (bukan nama sebenarnya), berusia 48 tahun dan setiap hari menggantungkan hidup dari sepeda tua yang ia miliki.
Bagi Pak Rudi, sepeda bukan sekadar alat transportasi. Sepeda itu adalah satu-satunya cara untuk tetap bisa pulang membawa uang demi makan dan membayar kontrakan.
Baca Juga: Kisah Driver Ojol Lansia Tetap Jujur Meski Hidup Serba Kekurangan
Mengayuh Sepeda Demi Order di Usia Tak Lagi Muda
Di usia yang tidak lagi muda, mengayuh sepeda dari satu titik ke titik lain tentu bukan perkara ringan. Lutut sering terasa nyeri, napas mudah tersengal, tetapi Pak Rudi memilih tetap berangkat setiap hari.
Ia sadar tenaganya tak lagi sekuat dulu. Namun selama masih bisa mengayuh, ia merasa belum pantas menyerah. Baginya, bekerja adalah bentuk tanggung jawab, bukan soal kuat atau tidak kuat.
Sehari-hari Narik Ojol Pakai Sepeda di Jalanan Kota

Tidak seperti driver ojol lain yang menggunakan motor, Pak Rudi hanya mengandalkan sepeda. Ia menerima order makanan dan pengantaran jarak dekat sebisanya. Panas terik dan hujan deras sudah menjadi bagian dari rutinitas.
Kadang ia harus menolak pesanan karena jarak terlalu jauh. Kadang juga tetap diterima, meski tahu akan sampai lebih lama. Semua dijalani dengan satu harapan sederhana, masih ada rezeki hari ini.
Saat Akun Driver Ojol Disuspend, Penghasilan Langsung Terhenti
Masalah besar datang ketika suatu hari akunnya disuspend. Alasannya sederhana, pengantaran dinilai terlalu lama dan jaraknya tidak sesuai estimasi sistem.
Bagi aplikasi, itu mungkin hanya data. Namun bagi Pak Rudi, keputusan itu seperti memutus aliran hidupnya. Hari itu ia hanya duduk terdiam, menatap layar ponsel tanpa tahu harus berbuat apa.
Baca Juga: Driver Ojol Jadi Korban Begal hingga Aksi Solidaritas di Jakarta
Sepeda Tua yang Jadi Satu-satunya Andalan Cari Nafkah
Sepeda yang setiap hari ia kayuh bukan sepeda baru. Rantainya sering bunyi, rem kadang longgar, tetapi itulah harta paling berharga yang ia punya. Tanpa sepeda, ia tidak bisa bekerja. Tanpa bekerja, ia tidak tahu bagaimana bertahan.
Kisah driver ojol bersepeda seperti Pak Rudi jarang terdengar. Padahal, mereka ada dan benar-benar berjuang di jalanan.
Kontrakan Menunggak dan Hari-hari yang Makin Berat

Suspend akun membuat kondisi keuangan Pak Rudi semakin tertekan. Ia mengaku kontrakan sempat menunggak beberapa bulan. Untuk makan, ia sering menahan lapar atau sekadar minum air agar perut tidak kosong.
Ia mencoba aplikasi lain, mencoba pekerjaan serabutan, namun hasilnya tidak menentu. Hari-hari terasa lebih berat dari biasanya.
Cerita Driver Ojol yang Jarang Terlihat di Balik Aplikasi
Kisah Pak Rudi adalah potret nyata kehidupan di balik layar aplikasi. Tidak semua driver memiliki kendaraan layak, fisik prima, atau cadangan saat sistem berhenti memberi akses. Cerita perjuangan driver ojol bersepeda ini bukan untuk mengundang iba, tetapi sebagai pengingat bahwa di balik layanan yang kita gunakan setiap hari, ada manusia yang berjuang sekuat tenaga untuk bertahan hidup.
Selama sepeda itu masih bisa dikayuh dan harapan belum sepenuhnya padam, Pak Rudi akan terus berusaha. Karena bagi seorang kepala keluarga, menyerah bukanlah pilihan.