Di kisahojol.com, tidak semua cerita pengemudi ojek online berakhir dengan senyum. Ada kalanya, perjalanan di jalan justru meninggalkan rasa kecewa dan lelah yang sulit dijelaskan. Salah satunya adalah kisah sedih ojol yang dialami seorang driver di Jakarta Timur, pada Rabu sore sekitar pukul 16.45 WIB. Kita sebut saja namanya Andi, 36 tahun, yang sudah bertahun-tahun menggantungkan hidupnya dari motor dan aplikasi di ponsel.
Hari itu Andi berangkat narik sejak siang. Targetnya sederhana, cukup membawa pulang uang belanja dan bensin untuk esok hari. Namun satu pesanan yang terlihat menguntungkan justru menjadi awal dari kerugian yang membuatnya pulang dengan perasaan hancur. Yuk, simak bagaimana kejadian itu berlangsung.
Baca Juga: Kisah Sedih Ojol Kehilangan Motor Saat Antar Pesanan
Pesanan Besar yang Memberi Harapan
Order masuk dari sebuah rumah makan di kawasan Rawamangun. Jumlah pesanan cukup banyak, nilainya hampir tiga ratus ribu rupiah. Pelanggan meminta Andi untuk membayar terlebih dahulu dengan alasan sedang terburu-buru dan berjanji akan mengganti uangnya saat makanan tiba.
Andi sempat ragu. Namun nada bicara pelanggan terdengar sopan dan meyakinkan. Lokasi pengantaran juga tidak jauh dari restoran. Dengan pertimbangan mengejar target dan takut order dibatalkan, Andi akhirnya menyanggupi permintaan tersebut.
Uang Keluar, Masalah Mulai Terasa

Andi membayar pesanan menggunakan uang pribadinya. Setelah makanan siap, ia langsung menuju alamat tujuan. Di perjalanan, pelanggan masih sempat mengirim pesan singkat, membuat Andi merasa semua berjalan normal.
Namun saat tiba di lokasi, perasaan tidak enak mulai muncul. Alamat yang tertera ternyata sebuah rumah kosong. Andi mencoba menelepon pelanggan, tapi tidak diangkat. Pesan yang dikirim hanya centang satu, lalu tak lama kemudian nomor tersebut tidak bisa dihubungi lagi.
Kesadaran Pahit sebagai Korban Orderan Fiktif
Beberapa menit Andi menunggu di depan rumah itu. Tidak ada siapa pun datang. Saat itulah ia sadar bahwa pesanan tersebut fiktif. Tidak ada pelanggan, tidak ada uang pengganti, dan makanan di tasnya hanya menjadi pengingat kerugian yang baru saja terjadi.
Motor terparkir di pinggir jalan, Andi duduk terdiam. Uang ratusan ribu rupiah yang baru saja ia keluarkan adalah hasil keringat seharian penuh. Hari itu, tidak ada lagi semangat untuk melanjutkan narik.
Baca Juga: Cerita Lucu Driver Ojol Salah Jemput Penumpang yang Bikin Ngakak
Kerugian yang Terasa Sangat Berat
Bagi sebagian orang, kehilangan uang ratusan ribu mungkin masih bisa ditutup. Namun bagi Andi, uang itu seharusnya digunakan untuk kebutuhan rumah. Ia pulang lebih awal, membawa tas berisi makanan yang tidak sanggup ia makan sendiri.
Makanan tersebut akhirnya dibagikan ke orang sekitar. Bukan karena berlebih, tapi karena Andi tidak kuat melihatnya.
Kisah Sedih Driver Ojol yang Jarang Terdengar

Kejadian seperti ini sering dialami driver, tapi jarang dibicarakan secara luas. Banyak yang memilih diam karena merasa percuma melapor. Kisah sedih ojol tentang orderan fiktif biasanya hanya beredar di antara sesama driver sebagai pengingat agar lebih berhati-hati.
Jika kamu ingin memahami lebih dalam sisi pahit perjuangan pengemudi di jalan, kamu bisa membaca kumpulan cerita sedih driver ojol yang merekam pengalaman kehilangan, penipuan, dan kelelahan yang sering tak terlihat oleh penumpang.
Kesimpulan Kisah Sedih Driver Ojol
Pengalaman Andi menjadi bukti bahwa satu pesanan bisa membawa dampak besar bagi kehidupan seorang driver. Orderan fiktif bukan hanya soal uang yang hilang, tetapi juga tentang rasa kecewa dan kepercayaan yang runtuh.
Sedikit empati dan kejujuran dari pelanggan bisa menyelamatkan satu hari, bahkan satu keluarga. Bagi para driver, setiap order adalah harapan untuk pulang membawa nafkah dengan selamat dan bermartabat.